Aplikasi Rangkaian Pendeteksi Adanya Erupsi menggunakan Sensor LM35 (Acuan gambar 20.10 halaman 911)



Acuan gambar


Sebelum gunung api meletus biasanya akan memancarkan erupsi terlebih dahulu, maka dari itu untuk mendeteksi adanya gunung api akan meletus dibuatlah rangkaian ini untuk mendeteksi suhu disekitar gunung api tersebut melalui erupsi yang dipancarkan.

 

1.Tujuan
  • Mengetahui Alat dan Bahan yang digunakan pada Sensor LM35
  • Membuat rangkaian aplikasi LM35
  • Mengetahui prinsip kerja Sensor LM35
  • 2.Alat dan Bahan

        A. Alat

    - Power

    Power supply atau yang juga dikenal dengan nama catu daya merupakan sebuah rangkaian elektronika yang digunakan sebagai penyedia sumber energi listrik untuk perangkat-perangkat elektronika dalam hal ini energi listrik tegangan DC.

      - Voltmeter




    Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran tegangan atau beda potensial pada suatu rangkaian listrik yang dialiri arus listrik


         B. Bahan

    - Resistor 220 ohm


    Spesifikasi :

    Resistance (Ohms)          : 220 V

    Power (Watts)                     : 0,25 W, ¼ W

    Tolerance                             : ± 5%

    Packaging                           : Bulk

    Composition                       : Carbon Film

    Temperature Coefficient : 350ppm/°C

    Lead Free Status               : Lead Free

    RoHS Status                        : RoHs Complient

      

       - Potensio 10K

      - Sensor LM358


    Spesifikasi :

    • Integrated with two Op-Amps in a single package
    • Wide power supply Range
    1. Singe supply – 3V to 32V
    2. Dual supply – ±1.5V to ±16V
    • Low Supply current – 700uA
    • Single supply for two op-amps enables reliable operation
    • Short circuit protected outputs
    • Operating ambient temperature – 0˚C to 70˚C
    • Soldering pin temperature – 260 ˚C (for 10 seconds – prescribed)
    • Available packages: TO-99, CDIP, DSBGA, SOIC, PDIP,  DSBGA

     Konfigurasi Pin :


    Pin Number

    Pin Name

    Description

    1

    OUTPUT1

    Output of Op-Amp 1

    2

    INPUT1-

    Inverting Input of Op-Amp 1

    3

    INPUT1+

    Non-Inverting Input of Op-Amp 1

    4

    VEE, GND

    Ground or Negative Supply Voltage

    5

    INPUT2+

    Non-Inverting Input of Op-Amp 2

    6

    INPUT2-

    Inverting Input of Op-Amp 2

    7

    OUTPUT2

    Output of Op-Amp 2

    8

    VCC

    Positive Supply Voltage

    3.Dasar Teori

    Resistor

    Resistor atau hambatan adalah salah satu komponen elektronika yang memiliki nilai hambatan tertentu, dimana hambatan ini akan menghambat arus listrik yang mengalir melaluinya. Sebuah resistor biasanya terbuat dari bahan campuran Carbon. Namun tidak sedikit juga resistor yang terbuat dari kawat nikrom, sebuah kawat yang memiliki resistansi yang cukup tinggi dan tahan pada arus kuat. Contoh lain penggunaan kawat nikrom dapat dilihat pada elemen pemanas setrika. Jika elemen pemanas tersebut dibuka, maka terdapat seutas kawat spiral yang biasa disebut dengan kawat nikrom.

    Satuan Resistor adalah Ohm (simbol: Ω) yang merupakan satuan SI untuk resistansi listrik. Dalam sejarah, kata ohm itu diambil dari nama salah seorang fisikawan hebat asal German bernama George Simon Ohm. Beliau juga yang mencetuskan keberadaan hukum ohm yang masih berlaku hingga sekarang.

    Resistor berfungsi sebagai penghambat arus listrik. Jika ditinjau secara mikroskopik, unsur-unsur penyusun resistor memiliki sedikit sekali elektron bebas. Akibatnya pergerakan elektronya menjadi sangat lambat. Sehingga arus yang terukur pada multimeter akan menunjukan angka yang lebih rendah jika dibandingkan rangkaian listrik tanpa resistor.

    Namun meskipun misalnya kita menyusun rangkaian listrik tanpa resistor, bukan berarti tidak ada hambatan listrik didalamnya. Karena setiap konduktor pasti memiliki nilai hambatan, meskipun relatif kecil. Namun dalam perhitungan matematis, biasanya kita abaikan nilai hambatan pada konduktor tersebut, dan kita anggap konduktor dalam kondisi ideal. Itu berarti besar resistansi konduktor adalah nol.

    Simbol dari resistor merupakan sebagai berikut :


    Cara Menghitung Nilai Resistor

    Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangannya pada PCB, Resistor terdiri 2 bentuk yaitu bentuk Komponen Axial/Radial dan Komponen Chip. Untuk bentuk Komponen Axial/Radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen chip, nilainya diwakili oleh Kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya.

     - Berdasarkan Kode Warna

    Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.

    Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.

    Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :


    4 Gelang Warna


    Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
    Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
    Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
    Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

    Contoh :

    Gelang ke 1 : Coklat = 1
    Gelang ke 2 : Hitam = 0
    Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
    Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
    Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

     5 Gelang Warna



    Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
    Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
    Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-3
    Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
    Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

    Contoh :

    Gelang ke 1 : Coklat = 1
    Gelang ke 2 : Hitam = 0
    Gelang ke 3 : Hijau = 5
    Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
    Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
    Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.

     

    Contoh-contoh perhitungan lainnya :

    Merah, Merah, Merah, Emas → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi
    Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi

    Cara menghitung Toleransi :
    2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
    2200 – 5% = 2.090
    2200 + 5% = 2.310
    ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm

    Untuk mempermudah menghafalkan warna di Resistor, kami memakai singkatan seperti berikut :

    HI CO ME O KU JAU BI UNG A PU
    (HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. HiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih)

      - Berdasarkan Kode Angka

    Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial, karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)


    Contoh :

    Kode Angka yang tertulis di badan Komponen Chip Resistor adalah 4 7 3;

    Contoh cara pembacaan dan cara menghitung nilai resistor berdasarkan kode angka adalah sebagai berikut :

    Masukkan Angka ke-1 langsung = 4
    Masukkan Angka ke-2 langsung = 7
    Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 10³
    Maka nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)

     

    Contoh-contoh perhitungan lainnya :

    222 → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm

    103 → 10 * 10³ = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm

    334 → 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm

     

    Ada juga yang memakai kode angka seperti dibawah ini :
    (Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)
    4R7 = 4,7 Ohm
    0R22 = 0,22 Ohm

    Keterangan :

    Ohm = Ω
    Kilo Ohm = KΩ
    Mega Ohm = MΩ
    1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )
    1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)
    1.000 kilo Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)

     

    Resistor mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan Hukum OHM :

     


    Dimana V adalah tegangan,  I adalah kuat arus, dan R adalah Hambatan

     

    Potensiometer


    Potensiometer adalah sebuah jenis resistor yang mengatur sebuah tahanan atau hambatan secara linier atau Komponen resistif tiga kawat yang bertindak sebagai pembagi tegangan yang menghasilkan sinyal output tegangan variabel kontinu yang sebanding dengan posisi fisik wiper di sepanjang trek.

    Nama "potensiometer" adalah kombinasi dari kata-kata Potensi Perbedaan dan Pengukuran, yang berasal dari masa awal pengembangan elektronik.

    Saat ini, potensiometer jauh lebih kecil dan jauh lebih akurat daripada resistansi variabel besar dan seperti kebanyakan komponen elektronik, ada banyak jenis dan nama mulai dari resistor variabel, preset, trimmer, rheostat, dan tentu saja variabel potensiometer.

    Potensiometer

    PRINSIP KERJA POTENSIOMETER

    Potensio bekerja seperti resistor dengan semakin besar tahanan maka output (volt) semakin kecil, dan sebaliknya semakin kecil tahanan (ohm) maka output (volt) semakin besar.

    Prinsip kerja Potensiometer
    Ketika digunakan sebagai potensiometer, koneksi dibuat untuk kedua ujungnya serta penghapus, seperti yang ditunjukkan. Posisi penghapus kemudian memberikan sinyal output yang sesuai (pin 2) yang akan bervariasi antara level tegangan yang diterapkan ke satu ujung trek resistif (pin 1) dan yang di sisi lain (pin 3).

    FUNGSI POTENSIOMETER

    Potensiometer memiliki prinsip kerja yang bisa mengubah nilai dari sebuah hambatan secara linier yang dapat mempunyai banyak fungsi seperti :
    • Untuk mengatur sebuah volume mixer atau sound system.
    • Untuk membagi sebuah tegangan.
    • Untuk pengendali sebuah level sinyal.

    JENIS-JENIS POTENSIOMETER

    Potensio meter memiliki 3 jenis yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda tetapi memiliki prinsip kerja yang sama, yaitu :

    1.Potensiometer Putar
    Potensiometer putar (tipe paling umum) memvariasikan nilai resistifnya sebagai hasil dari pergerakan sudut. Memutar kenop atau dial yang terpasang pada poros menyebabkan penyeka internal menyapu elemen resistif melengkung. 

    Penggunaan potensiometer putar yang paling umum adalah pot kontrol volume. 

    Potensiometer multi-putaran memungkinkan untuk rotasi poros lebih dari 360 derajat perjalanan mekanis dari satu ujung trek resistif ke yang lain. Pot multi-putaran lebih mahal, tetapi sangat stabil dengan presisi tinggi yang digunakan terutama untuk pemangkasan dan penyesuaian presisi. 

    Dua potensiometer multi-putaran paling umum adalah 3-turn (1080 o ) dan 10-turn (3600 o ), tetapi pot 5-turn, 20-turn, dan 25-turn yang lebih tinggi tersedia dalam berbagai nilai ohmik.
     
    2.Potensiometer slider
    Potensiometer penggeser, atau pot geser, dirancang untuk mengubah nilai resistansi kontaknya dengan gerakan linier dan dengan demikian terdapat hubungan linier antara posisi kontak penggeser dan resistansi keluaran.

      Potensiometer slide terutama digunakan dalam berbagai peralatan audio profesional seperti mixer studio, fader, equalizer grafis, dan konsol kontrol nada audio yang memungkinkan pengguna untuk melihat dari posisi kenop kotak plastik atau pegangan jari pengaturan aktual slide. .

    Salah satu kelemahan utama dari potensiometer slider adalah bahwa mereka memiliki slot terbuka yang panjang untuk memungkinkan roda penghapus bergerak bebas dan naik turun di sepanjang trek resistif. Slot terbuka ini membuat trek resistif di dalam rentan terhadap kontaminasi dari debu dan kotoran, atau oleh keringat dan minyak dari tangan pengguna. Penutup dan layar slotted felt dapat digunakan untuk meminimalkan efek kontaminasi trek resistif.

    3.Potensiometer Preset dan Trimmer
    Potensiometer preset atau trimmer adalah potensiometer tipe "set-and-forget" kecil yang memungkinkan penyesuaian yang sangat halus atau sesekali mudah dilakukan ke sirkuit, (misalnya untuk kalibrasi). Potensiometer preset putar satu putaran adalah versi mini dari resistor variabel standar yang dirancang untuk dipasang langsung pada papan sirkuit tercetak dan disesuaikan dengan menggunakan obeng berbilah kecil atau alat plastik serupa.

    Secara umum, pot preset jalur karbon linier ini memiliki desain kerangka terbuka atau bentuk persegi tertutup yang setelah rangkaian disesuaikan dan pengaturan pabrik, kemudian dibiarkan pada pengaturan ini, hanya disesuaikan lagi jika beberapa perubahan terjadi pada pengaturan rangkaian.

    Karena konstruksi terbuka, kerangka prasetel rentan terhadap degradasi mekanis dan listrik yang memengaruhi kinerja dan akurasi sehingga karenanya tidak cocok untuk penggunaan terus-menerus, dan karenanya, panci prasetel hanya diberi peringkat mekanis untuk beberapa ratus operasi. Namun, biaya rendah, ukuran kecil dan kesederhanaannya membuatnya populer dalam aplikasi rangkaian non-kritis.

    Preset dapat disetel dari nilai minimum ke maksimum dalam satu putaran, tetapi untuk beberapa sirkuit atau peralatan, kisaran penyesuaian yang kecil ini mungkin terlalu kasar untuk memungkinkan penyesuaian yang sangat sensitif. Namun, resistor variabel multi-putaran, beroperasi dengan menggerakkan lengan penghapus menggunakan obeng kecil beberapa putaran, mulai dari 3 putaran hingga 20 putaran memungkinkan penyesuaian yang sangat baik.

    Potensiometer trimmer atau "pot trim" adalah perangkat multi-putaran persegi panjang dengan trek linier yang dirancang untuk dipasang dan disolder langsung ke papan sirkuit baik melalui lubang atau sebagai permukaan-mount. Ini memberikan pemangkas baik sambungan listrik maupun pemasangan mekanis dan membungkus track di dalam wadah plastik untuk menghindari masalah debu dan kotoran selama penggunaan yang terkait dengan preset kerangka.

     

    LM358


    LM358 IC adalah kekuatan besar, rendah serta gampang dipakai dual channel op-amp IC. Ini dirancang serta diperkenalkan oleh semikonduktor nasional. Ini terdiri dari dua kompensasi internal, gain tinggi, op-amp independen. IC ini dirancang untuk khusus beroperasi dari catu daya tunggal melewati beberapa tegangan. IC LM358 terdapat dalam paket berkapasitas chip serta software op amp ini tergolong rangkaian op-amp konvensional, blok penguatan DC, serta amplifier transduser. LM358 IC adalah penguat operasional standar yang bagus serta amatlah tepat untuk kebutuhan Anda. Bisa menangani pasokan & sumber DC 3-32V sampai  20mA per saluran. Op-amp ini amatlah tepat, apabila Kamu ingin mengoperasikan dua op-amp terpisah untuk catu daya tunggal. Ini terdapat dalam paket DIP 8-pin

    Pin Konfigurasi LM358 IC
    lm358, lm358 pinout, lm358n pinout, lm358d, lm358 ic, lm358a, lm358 audio amplifier, lm358n op amp, lm358ap, lm358dt, lm358 vs lm741, lm358p, lm358 datasheet, lm358 circuits, lm358 vs lm386, lm358 equivalent, lm358 digikey, lm358 ltspice, lm358 amplifier, lm358 arduino, lm358 audio, lm358 applications, lm358 alternative, lm358 amazon, lm358 application circuits, lm358 amp circuit, lm358 as comparator, how does a lm358 work, lm358 breathing light, lm358 buffer, lm358 bandwidth, lm358 buy, lm358 based battery charger circuit, lm358 based ir sensor, lm358 board, lm358 breathing lamp, lm358 banlinhkien, lm358 based solar tracker, lm358 comparator circuit, lm358 chip, lm358 comparator, lm358 cmos operational amplifier, lm358 current source, lm358 current monitor, lm358 calculator, lm358 circuit diagram, lm358 circuits as an amplifier, ic lm358, ic lm358 pin diagram, ic lm358 datasheet,
    Diagram pin LM358 IC terdiri dari 8 pin, di mana

    Pin-1 dan pin-8 adalah o / p dari komparator
    Pin-2 dan pin-6 adalah pembalik i / id
    Pin-3 dan pin-5 adalah non inverting i / id
    Pin-4 adalah terminal GND
    Pin-8 adalah VCC +
    LM358 IC Pin Configuration
    LM358 IC Pin Configuration
    Fitur LM358 IC
    Fitur dari LM358 IC adalah

    Ini terdiri dari dua op-amp internal dan frekuensi dikompensasi untuk gain kesatuan
    Gain tegangan besar adalah 100 dB
    Lebar pita lebar adalah 1MHz
    Jangkauan pasokan listrik yang luas termasuk pasokan listrik tunggal dan ganda
    Rentang catu daya tunggal adalah dari 3V ke 32V
    Jangkauan pasokan listrik ganda adalah dari + atau -1.5V ke + atau -16V
    Penyaluran arus pasokan sangat rendah, yaitu 500 μA
    2mV tegangan rendah i / p offset
    Mode umum rentang tegangan i / p terdiri dari ground
    Tegangan catu daya dan diferensial i / p tegangan serupa
    ayunan tegangan o / p besar.


    Aplikasi LM358 IC

    LM358 IC berbasis Sensor Sirkuit Gelap
    Rangkaian IC LM358 sensor gelap ini digunakan untuk menguji resistor yang tergantung cahaya, dioda foto dan transistor foto. Tapi, Anda perlu mengubah dioda foto dan transistor foto sebagai pengganti LDR. Rangkaian sensor gelap menggunakan LDR dan LM358 IC ditunjukkan di bawah ini. The komponen yang diperlukan untuk membangun sirkuit berikut ini LDR, LM358 IC, baterai 9V, resistor R1-330R, R2-1K, R3-10K, variabel resistor VR1-10K, transistor Q1-C547.
    Sirkuit Sensor Gelap

    Dalam rangkaian sensor gelap sederhana berikut. Jika Anda menghentikan cahaya jatuh pada resistor tergantung cahaya, maka segera LM358 IC menyalakan LED .

    Ketika fotodioda ditempatkan di tempat LDR, maka ia segera bekerja. Tergantung pada tingkat cahaya di kamar Anda, Anda perlu menyesuaikan resistor variabel untuk menyesuaikan sensitivitas sirkuit.

    Ketika sebuah transistor foto ditempatkan di tempat LDR, maka ia langsung berfungsi. Tergantung pada tingkat cahaya di kamar Anda, Anda perlu menyesuaikan resistor variabel untuk menyesuaikan sensitivitas sirkuit.

    LM358 IC berbasis Shock Alarm Circuit

    Sirkuit berikut adalah sirkuit alarm kejutan yang digunakan dari rumah ke mobil. Aplikasi utama dari sirkuit ini adalah mobil sebagai alarm anti pencurian. Di sirkuit ini, karena sensor kejut sensor piezoelektrik digunakan, yang harus diperbaiki pada pintu yang harus Anda jaga. Di sini, LM358 terhubung sebagai pemicu Schmitt pembalik. Tegangan ambang sirkuit dapat diatur oleh port1. Resistor R1 digunakan sebagai resistor umpan balik.

    Baterai 3 volt digunakan sebagai catu daya di sirkuit di atas.
    Sambungkan sensor dengan hati-hati ke permukaan, di mana pun Anda mengaturnya.
    Itu selalu yang terbaik untuk mengatur sensor dekat ke pegangan tangan pintu
    Mengatur resistor R2 untuk mendapatkan sensitivitas yang diperlukan.
    Rancang sirkuit menggunakan komponen yang diperlukan pada papan bersama atau papan sirkuit cetak berkualitas baik .

    Keuntungan dari LM358 IC

    • Dua penguat operasional dikompensasikan secara internal
    • Dua op amp op yang diimbangi secara internal
    • Menghilangkan kebutuhan pasokan ganda
    • Memungkinkan penginderaan langsung dekat dengan GND & VOUT
    • Cocok sekali dengan semua metode logika
    • Daya mengalir sesuai untuk pengoperasian baterai

    4.Percobaan

     A. Prosedur Percobaan

    1. Siapkan Alat dan Bahan yang akan digunakan dengan memilih dan mengambil dari library proteus.
    2. Letakkan semua alat dan bahan yang telah diambil ke dalam rangkaian 
    3. Hubungkan rangkaian tersebut dengan benar
    4. Jika telah dihubungkan dengan baik dan benar cobalah rangkaian tersebut
    5. Apabila berhasil maka kipas dc akan berputar

      B. Rangkaian Simulasi
     
    Foto Rangkaian


        Prinsip Kerja

    Tegangan Vcc menyuplai sensor, potensiometer, komparator, fungsi NOT, dan motor.  Tegangan Vout sensor yang dimasukkan ke input komparator. Selanjutnya input komparator dibandingkan dengan tegangan referensi yang diatur menggunakan potensiometer. Besarnya Vout sensor sama dengan temperatur yang dideteksi, misalkan ketika suhu 25°C maka tegangan sensor adalah 0.25 V. Rangkaian pembanding digunakan untuk membandingkan antara Vout sensor dan Vref. Jika Vout lebih kecil dari Vref maka keluaran dari komparator adalah high atau sama dengan Vcc. Sebaliknya jika Vout sama atau lebih besar dari Vref maka keluaran komparator adalah sama dengan low atau sama dengan ground. Fungsi NOT dibangun dengan menggunakan gerbang logika NAND. Transistor berfungsi sebagai switch yang akan mengaktifkan kipas angin apabila mendapatkan tegangan high dari fungsi NOT atau gerbang NAND.
     
    5.Video


    Link Download

    Dwonload HTML download disini

    Download Video download disini

    Download Datasheet download disini

    Download Rangkaian download disini



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

      BAHAN PRESENTASI UNTUK MATA KULIAH KIMIA 2020   Oleh   Fikri Kurniawan   2010952048           Dosen Pengampu   Dr. Darwison, M. T.       R...